Peramalan Penjualan Tempe Menggunakan Metode Single Moving Average (SMA) pada Pabrik Tempe
Keywords:
Single Moving Average, peramalanAbstract
Tempe merupakan salah satu produk makanan tradisional Indonesia yang memiliki permintaan pasar berfluktuasi. Ketidakpastian jumlah permintaan dapat mengakibatkan kerugian bagi produsen akibat kelebihan produksi, mengingat masa simpan tempe yang relatif singkat[1]. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Single Moving Average (SMA) dalam meramalkan penjualan tempe pada pabrik tempe sebagai upaya untuk membantu produsen dalam merencanakan jumlah produksi secara lebih efektif. Data yang digunakan merupakan data penjualan bulanan tempe dari bulan Januari hingga Juni. Metode SMA dengan periode tiga bulan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata bergerak guna memprediksi penjualan pada periode berikutnya. Selain penerapan metode SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi penjualan tempe untuk bulan Juli adalah sebesar 2.133 unit. Metode SMA terbukti efektif dalam memberikan gambaran tren penjualan dan membantu produsen dalam merencanakan jumlah produksi yang lebih optimal dan efisien.


