Analisis Komparatif Arsitektur dan Performa Prosesor Intel Core Generasi Terkini Versus AMD Ryzen (2021–2026)
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Royal
Keywords:
AMD Ryzen, arsitektur prosesor, efisiensi daya, Intel Core, arsitektur hibridaAbstract
Persaingan antara Intel dan AMD di pasar prosesor x86 mencapai intensitas tertinggi pada periode
2021–2026, di mana kedua perusahaan bersaing dalam efisiensi daya, manajemen termal, keamanan,
dan integrasi kecerdasan buatan (AI) pada chip. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara
komparatif arsitektur dan performa prosesor Intel Core generasi terkini (Alder Lake hingga Lunar
Lake) melawan AMD Ryzen (Zen 3 hingga Zen 5). Penelitian menerapkan meta-analisis kuantitatif
komparatif dengan data sekunder dari dokumentasi teknis, database benchmark (Cinebench,
Geekbench, Blender, PugetBench), laporan pengujian independen (AnandTech, Tom's Hardware,
Gamers Nexus), dan riset pasar (Mercury Research, IDC) periode 2021–2025. Hasil menunjukkan
Intel unggul dalam performa single-core dan integrasi NPU (40 TOPS) untuk AI on-device, namun
mengorbankan efisiensi daya (253W, 101°C). AMD unggul dalam efisiensi daya (rasio performa per
watt 250), performa gaming (10–15% lebih cepat pada game simulasi), dan rendering multi-threaded
(skor Cinebench R23 42.500). AMD meningkatkan pangsa pasar dari 21,0% menjadi 34,3% (Q1
2021–Q4 2025). Penelitian menyimpulkan tidak ada pemenang mutlak; AMD cocok untuk pengguna
yang mengutamakan efisiensi dan gaming, sementara Intel cocok untuk performa single-thread
puncak dan dukungan AI terintegrasi.


