Perbandingan Metode Naïve dan Weighted Moving Average pada Peramalan Runtun Waktu (Time Series) Jumlah Penumpang Kereta Api Indonesia
Keywords:
peramalan, Naive, Weighted Moving Average, jumlah penumpang, runtun waktuAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode Naive dan Weighted Moving Average dalam peramalan jumlah penumpang PT Kereta Api Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder jumlah penumpang tahunan periode 2020–2025 yang diperoleh dari laporan resmi PT KAI dan Badan Pusat Statistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, pre-processing, perhitungan peramalan, dan pengujian akurasi menggunakan MAD, MSE, dan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Naive menghasilkan nilai akurasi yang lebih baik dibandingkan Weighted Moving Average. Metode Naive memperoleh nilai MAD sebesar 87.299,6, MSE sebesar 9.244.400.710, dan MAPE sebesar 26%, sedangkan Weighted Moving Average memperoleh MAD sebesar 160.376, MSE sebesar 26.667.905.494, dan MAPE sebesar 35%. Berdasarkan hasil tersebut, metode Naive dinilai lebih tepat digunakan untuk peramalan jumlah penumpang PT KAI karena memiliki tingkat kesalahan yang lebih rendah dan lebih mampu merepresentasikan pola data historis.


